BUKU TAMU

Zainal
Assalamu'alaikum wr.wb Selamat pagi, maaf sebelumnya . Saya ingin tanya kalo pendaftaran Sekbang PSDP TNI 2014 kapan ya dibukanya...
Anggraini
Assalamu'alaikum, Mohon informasi apakah lulusan sarjana Olahraga tahun ini bisa mengikuti pendaftaran Perwira Karier TNI, di...
Dinul Habib Ulul Azmi Daniel
Assalamu'alaikum Apa persyaratan menjadi pilot TNI AU ? apakah pendaftarannya membutuhkan biaya ? terima kasih, wassalamu'alaikum.
Parramatta Adri Satyawada
Assalamualaikum Wr. Wb. Mohon info pendaftaran Wamil tahun 2014, seandainya bisa persyaratan apakah yang harus dipenuhi untuk mend...
Irfan Nurhadiansyah
Assalamualaikum Wr. Wb. Cita-cita saya dari kecil ingin menjadi TNI dan ingin mengikuti seleksi, dengan tinggi badan 161 cm,...
Ora Putra
Selamat siang Bapak/Ibu admin, Apakah jurusan Pendidikan Seni Musik bisa mengikuti seleksi penerimaan Perwira Karier TNI? Moh...
Rachell Nurman Zulkarnain
Saya mahasiswa jurusan Teknik Mesin Universitas Jember, di Malang. Apakah ada lowongan kerja praktek sesuai bidang jurusan saya pa...
Brian Julio Zesar
Selamat sore bapak/ibu, Lulusan S1 jurusan Akuntansi, bisakah daftar TNI-AU ? mohon informasinya. terima kasih.
Ignatius Sitorus
Saya tahun depan tamat SMA Unggul Del, bagaimana cara pendaftaran prajurit TNI AU? terima kasih.
Agnes
Selamat pagi, mohon informasi penerimaan calon Tamtama PK TNI AU Gelombang II TA 2014 ? terima kasih.
Annisa
Selama mengikuti kegiatan seleksi tingkat daerah maupun seleksi tingkat pusat di Akmil Magelang, apakah diperbolehkan dan diberi k...
Rifal Fauzi
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Cita-cita saya ingin menjadi TNI dengan kondisi mata minus satu, mohon pendapatnya.
Betty
Saya sebagai keluarga menanyakan alamat lengkap dan kode pos untuk mengirim paket, buat anggota Prada yang tinggal di ba...
Rifki
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Bagaimana cara bisa menjadi pilot di TNI AU ? 
Oscar
Apakah lulusan D3 Perhotelan bisa mengikuti test Perwira PK TNI ? terima kasih.

Halaman Peristiwa

  • PERISTIWA HEROIK 29 JULI 1947

    Peta Operasi Udara TNI AU yang pertama

    Pernyataan Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945 merupakan simbol terlepasnya segala belenggu penjajahan yang telah lama dirasakan Bangsa Indonesia, dan mempunyai arti sejak saat itu Bangsa Indonesia telah mengambil sikap untuk menentukan nasib sendiri dalam segala aspek kehidupan, serta menandakan lahirnya Negara Indonesia yang memiliki kedaulatan dan kedudukan sama dengan negara-negara berdaulat lainya.   Akan tetapi, setelah proklamasi bukan berarti Indonesi Baca selengkapnya..

  • HARI BAKTI TNI AU

    Pemindahan jenazah Marsekal Muda (Anm) A. Adisutjipto dan Marsekal Muda (Anm) Prof. Dr. Abdurrachman Saleh beserta para istri di Monumen Perjuangan TNI AU

    Kejadian dua peristiwa bersejarah yang terjadi dalam satu hari pada tanggal 29 Juli 1947 ini kalau kita amati merupakan peristiwa yang bertentangan satu dengan yang lain, membanggakan dan menyedihkan.  Namun kedua peristiwa ini mempunyai bobot yang sama dalam kerangka membela kedaulatan Negara Republik Indonesia.    Peristiwa pagi hari menunjukkan pada dunia bahwa negara Indonesia masih ada, khususnya TRI.    Sedangkan peristiwa pada sore hari menunjukkan bahwa anggota TNI AU yang gugur tersebut sebagai akibat dari perjuangan membela kemerdekaan.   Oleh karena itu Pemerintah RI dan TNI AU memandang kedua peristiwa tersebut  merupakan peristiwa yang luar biasa dan patut dihargai   Oleh karena itu kedua peristiwa ini dibingkai emas oleh TNI AU dalam suatu pengabadian yang tak terlupakan sampai kapanpun. Baca selengkapnya..

  • SIMBOL PESAWAT AURI

    Subdisjarah Dispenau

    Sebuah pesawat terbang yang tanpa menggunakan tanda pengenal atau identitas, maka pesawat tersebut akan dicurigai sebagai pesawat yang tidak dikenal negara asalnya. Setiap negara memberi tanda pengenal pesawatnya agar diketahui dari mana asalnya, termasuk Indonesia. Bagi AURI identitas pesawat terbangnya adalah berbentuk segilima berwarna merah putih, pinggirnya merah tengahnya putih. Tanda pengenal/identitas pesawat AURI yang sekarang digunakan mempunyai riwayat yang berhubungan dengan perjuangan anggota AURI dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.  Baca selengkapnya..

  • LAMBANG TNI AU SWA BHUWANA PAKSA

    Gagasan dan Perwujudan. 

    Dalam masa penyusunan kembali organisasi AURI tercetus adanya keinginan untuk menciptakan lambang AURI yang sesuai dengan watak serta sifat-sifat khas AURI sebagai alat pertahanan keamanan maupun sosial politik serta pelopor pembinaan kedirgantaraan nasional. Tercatat dalam sejarah AURI nama seorang prajurit sebagai pencetus hasrat untuk melahirkan sebuah lambang AURI, prajurit tersebut adalah Opsir Udara II R.S. Hupudio. Pada tahun 1949 dibentuklah panitia sayembara yang mendapat bantuan dari Kepala Penerangan AURI OMU II R.J. Salatun dan beberapa perwira lainnya.  Baca selengkapnya..

  • SEBUTAN KARBOL BAGI TARUNA AAU

    Karbol di depan gerbang almamater kebanggaannya

    Istilah Karbol bagi sebagian orang bahkan masyarakat umum bisa jadi sebutan yang berbeda, namun demikian panggilan Karbol adalah sesuatu yang membanggakan bagi anak muda terbaik bangsa yang ditempa di Kawah Candradimuka TNI AU. Taruna Akademi Angkatan Udara mendapat kehormatan dipanggil Karbol karena panggilan tersebut melekat pada seorang manusia serba bisa yaitu Marsekal Muda Anumerta dr. Abdurachman Saleh. Seorang tokoh yang bukan hanya merintis berdirinya AURI tetapi juga RRI bahkan menjadi dosen di Fakulas Kedokteran UI. Baca selengkapnya..

  • OPERASI JEMBATAN UDARA

    Subdisjarah Dispenau

    Berawal dari sebuah peristiwa mogok kerja para pegawai “Garuda Indonesia (saat ini telah berubah nama menjadi PT Garuda Indonesia persero), sehingga maskapai penerbangan tersebut menjadi lumpuh, seluruh pesawatnya tidak terbang dan terparkir di Pelabuhan Udara seluruh Indonesia.

    Saat itu tanggal 29 dan 30 Januari 1980 sebanyak 120 orang pegawai Garuda mengadakan tindakan sepihak berupa pemogokan tidak mau bekerja tanpa sepengetahuan manajemen dengan sengaja meninggalkan tugasnya dan tidak bersedia terbang. Baca selengkapnya..

  • PASUKAN GARUDA MULYA


    Pasukan Garuda Mulya di daerah gerilya

    Pada 19 Desember 1948, ketika Belanda melancarkan agresinya yang ke-2, dengan menyerang Pangkalan Udara Maguwo  dan diikuti  dengan  pendaratan  tentara  payungnya, Pangkalan Udara Panasan juga didatangi oleh empat pesawat P-51 Mustang Belanda pada kira-kira pukul 06.30.   Mengetahui hal ini, anggota Pangkalan Udara Panasan pimpinan Bapak R.A. Wiriadinata menyerang lebih dahulu dengan senapan-senapan mesin yang jumlahnya 8 pucuk kaliber 12,7 mm.   Melihat peluru api berhamburan di udara, pesawat Belanda tidak membalas. Baca selengkapnya..

  • OPERASI LINTAS UDARA (LINUD) PERTAMA


    Pasukan Payung siap diberangkatkan dari lapangan terbang Maguwo

    Kalimantan sebagai salah satu wilayah RI, penduduknya juga berjuang melawan NICA yang bermaksud berkuasa kembali. Pada tanggal 10 Oktober 1945, rakyat Kalimantan Selatan berhasil membentuk Pemerintah Daerah sebagai bagian dari Republik Indonesia, dengan Banjarmasin sebagai ibukotanya. Pasukan Sekutu yang pada waktu itu menduduki Kalimantan, pada tanggal 24 Oktober 1945 menyerahkan kekuasaan secara resmi kepada NICA. Tindakan ini langsung menimbulkan kemarahan rakyat setempat yang setia kepada Republik Indonesia. Mereka mulai membentuk barisan untuk menentang penjajah. Bantuan yang diharapkan melalui laut dari Jawa terhalang, karena Belanda menjalankan blokade di laut. Oleh karena itu, satu-satunya jalan yang dapat dilakukan adalah melalui udara. Baca selengkapnya..

  • DUEL UDARA MELUMPUHKAN DOMINASI ASING DI INDONESIA TIMUR

    Ilustrasi Pesawat P-51 Mustang AURI melumpuhkan pesawat B-26 Invader AUREV

    Pada awal kemerdekaan, bangsa Indonesia banyak mengalami peristiwa-peristiwa yang mengarah kepada terjadinya diintegrasi bangsa. Hal tersebut  terjadi karena beberapa sebab diantaranya adanya ketidakpuasan terhadap kebijakan-kebijakan pusat terhadap daerah. Sebab inilah yang memicu terjadinya pemberontakan Permesta di Sulawesi.

    Baca selengkapnya..

  • Pengibaran Sang Merah Putih Untuk Pertamakalinya di Tanah Papua


    Soekarno menyerukan Trikora di Alun-alun utara Yogyakarta 19 Desember 1961

    Di alun-alun utara Yogyakarta 19 Desember 1961 Presiden Soekarno berteriak marah dengan menggelorakan Tri Komando Rakyat (Trikora) untuk merebut Irian Barat dari tangan Belanda.

    "Karena Belanda masih tetap mau melanjutkan kolonialisme di tanah air kita Irian Barat, dengan memecah belah bangsa dan tanah air Indonesia, maka kami yang perintahkan kepada rakyat Indonesia, juga yang berada di daerah irian Barat, untuk melaksanakan TRI Komando Rakyat sebagai berikut:

    1. Gagalkan pembentukan "Negara Papua" bikinan Belanda kolonial.

    2. Kibarkan sang merah putih di Irian Barat tanah air Indonesia

    3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa."

    Baca selengkapnya..

 

VIDEO