BUKU TAMU

Awal Nurhidayat
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya ingin mengetahui tentang Tamtama, Taruna dan Bintara karena pada pendaftaran online terdapat kategor...
Rizal Firdaus
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya sekolah di SMK ingin mengabdi kepada negara, apakah setelah lulus SMK kuliah terlebih dahulu un...
Prasasta
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya dari LPHI FH UI, menanyakan alamat lengkap Mabes TNI AU untuk melakukan pengiriman jurnal internasio...
Febriandi
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Kenapa hanya dari SMA IPA saja yang bisa mendaftar Taruna AAU (Karbol) ?, menurut pandangan awam kami dis...
Ridwan Nugraha
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya sudah mendaftar dan memberikan persyaratan penerimaan Bintara PK TNI AU ke Lanud, diberi blanko dan...
Aisah Dewi Sartika
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya kelas 1 MAN jurusan IPS, mata minus, jika lulus nanti bisa tidak menjadi Taruni AAU ? menjadi m...
Muhardi
Assalamu'alaikum Wr. Wb.   Pak, kemarin saya sudah daftar online penerimaan Bintara PK TNI AU TA 2015, untuk validasi ke Lanu...
Meidey
Apakah mungkin seorang PNS dari salah satu propinsi dengan ijazah S.1 Komputer mengikuti penerimaan prajurit TNI AU ?.
Laura Langgeng Gerhana
Selamat malam, Apakah lulusan SMA tahun 2015 belum bisa mengikuti penerimaan prajurit TNI AU ?
Tian
Salam sejahtera, Bagaimana dengan penerimaan Bintara PK TNI AU TA 2015 bagi yang tidak memiliki SKHUN SD karena sekolah tidak memb...
Ridho Rifaldi
Bisakah saya mendaftar Taruna AAU sekaligus Sekolah Penerbangan ?
Jolis
Apakah ada penerimaan beasiswa bagi pilot ? terima kasih.
Ridwan
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Jika memiliki lemak lipoma, apakah bisa lulus tes kesehatan penerimaan Bintara PK TNI AU TA 2015 ? t...
Andre
Bapak/Ibu yang terhormat, Apakah ijazah paket C dapat mengikuti penerimaan Bintara PK TNI AU atau Akmil ? terima kasih.
Rully Winardo
Selamat pagi, Apakah lulusan SMK Penerbangan Jogja bisa mengikuti pendaftaran Karbol ? terima kasih.

Halaman Peristiwa

  • AURI PENGGUNA C-130 B HERCULES PERTAMA DI LUAR ANGKATAN UDARA AMERIKA SERIKAT

    Proto type peawat YC-130 lahir pada tanggal 23 Agustus 1954, penerbangan YC-130 sukses dipiloti oleh test pilot Lockheed Stan Beltz dan co-pilot Roy Wimmer yang berhasil dengan sangat memuaskan. Kemudian YC-130 dikembangkan pertama kali menjadi Hercules versi C-130 A, dan seterusnya menjadi tipe B, E, H dan J.    Selain itu juga berkembang menjadi beberapa varian sesuai dengan tuntutan penggunaan dan tuntutan lingkungan operasi.

    Baca selengkapnya..

  • PERAN AURI DALAM OPERASI KALONG

    Pangkowilu V Kolonel Udara Saleh Basarah

     

    Angkatan Udara Republik Indonesia (TNI AU) sebagai bagian integral dari ABRI (TNI) selalu berkomitmen untuk selalu setia pada bangsa dan negara Indonesia.   Untuk mewujudkan hal tersebut TNI AU selalu bekerjasama dengan angkatan lain dalam pelaksanaan tugas operasi.  Hal ini sudah dilakukan semenjak kelahirannya tanggal 9 April 1946, seperti dalam operasi penumpasan pemberontakan Kahar Muzakar, RMS, Operasi Trikora pembebasan Irian Barat, dan lain sebagainya. Baca selengkapnya..

  • Perkembangan Skadron-Skadron TNI Angkatan Udara

       Tanggal 27 Desember 1949 merupakan saat bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena pemerintah Belanda telah mengakui kedaulatan Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.   Pengakuan kedaulatan ini kemudian ditindaklanjuti dengan penyerahan kekuasaan baik sipil maupun militer kepada bangsa Indonesia.  Segala peralatan perang, gedung-gedung perkantoran dan sebagainya yang sebelumnya dimiliki Belanda menjadi milik bangsa Indonesia, termasuk kekuatan Angkatan Udara Belanda (Militaire Luchvaart)  beserta seluruh fasilitasnya.   <--break-> Baca selengkapnya..

  • Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia

    Presiden Soekarno dalam kegiatan kenegaraan dengan latar belakang Pesawat “Dolok Martimbang”

    Pesawat kepresidenan menggunakan pesawat angkut TNI AU telah dimulai sejak tahun 1960-an dimana saat itu Presiden Soekarno mengintruksikan agar memodifiksi interior sebuah pesawat angkut ringan  IL-14 Avia menjadi pesawat kepresidenan.   Sejak saat itu Presiden Soekarno selalu menggunakan pesawat IL-14 Avia  yang diberi nama “Dolok Martimbang”, setiap kali beliau mengadakan perjalanan dinas ke daerah-daerah diseluruh pelosok Nusantara. Baca selengkapnya..

  • Pengibaran Sang Merah Putih Untuk Pertamakalinya di Tanah Papua


    Soekarno menyerukan Trikora di Alun-alun utara Yogyakarta 19 Desember 1961

    Di alun-alun utara Yogyakarta 19 Desember 1961 Presiden Soekarno berteriak marah dengan menggelorakan Tri Komando Rakyat (Trikora) untuk merebut Irian Barat dari tangan Belanda.

    "Karena Belanda masih tetap mau melanjutkan kolonialisme di tanah air kita Irian Barat, dengan memecah belah bangsa dan tanah air Indonesia, maka kami yang perintahkan kepada rakyat Indonesia, juga yang berada di daerah irian Barat, untuk melaksanakan TRI Komando Rakyat sebagai berikut:

    1. Gagalkan pembentukan "Negara Papua" bikinan Belanda kolonial.

    2. Kibarkan sang merah putih di Irian Barat tanah air Indonesia

    3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa."

    Baca selengkapnya..

  • DUEL UDARA MELUMPUHKAN DOMINASI ASING DI INDONESIA TIMUR

    Ilustrasi Pesawat P-51 Mustang AURI melumpuhkan pesawat B-26 Invader AUREV

    Pada awal kemerdekaan, bangsa Indonesia banyak mengalami peristiwa-peristiwa yang mengarah kepada terjadinya diintegrasi bangsa. Hal tersebut  terjadi karena beberapa sebab diantaranya adanya ketidakpuasan terhadap kebijakan-kebijakan pusat terhadap daerah. Sebab inilah yang memicu terjadinya pemberontakan Permesta di Sulawesi.

    Baca selengkapnya..

  • OPERASI LINTAS UDARA (LINUD) PERTAMA


    Pasukan Payung siap diberangkatkan dari lapangan terbang Maguwo

    Kalimantan sebagai salah satu wilayah RI, penduduknya juga berjuang melawan NICA yang bermaksud berkuasa kembali. Pada tanggal 10 Oktober 1945, rakyat Kalimantan Selatan berhasil membentuk Pemerintah Daerah sebagai bagian dari Republik Indonesia, dengan Banjarmasin sebagai ibukotanya. Pasukan Sekutu yang pada waktu itu menduduki Kalimantan, pada tanggal 24 Oktober 1945 menyerahkan kekuasaan secara resmi kepada NICA. Tindakan ini langsung menimbulkan kemarahan rakyat setempat yang setia kepada Republik Indonesia. Mereka mulai membentuk barisan untuk menentang penjajah. Bantuan yang diharapkan melalui laut dari Jawa terhalang, karena Belanda menjalankan blokade di laut. Oleh karena itu, satu-satunya jalan yang dapat dilakukan adalah melalui udara. Baca selengkapnya..

  • PASUKAN GARUDA MULYA


    Pasukan Garuda Mulya di daerah gerilya

    Pada 19 Desember 1948, ketika Belanda melancarkan agresinya yang ke-2, dengan menyerang Pangkalan Udara Maguwo  dan diikuti  dengan  pendaratan  tentara  payungnya, Pangkalan Udara Panasan juga didatangi oleh empat pesawat P-51 Mustang Belanda pada kira-kira pukul 06.30.   Mengetahui hal ini, anggota Pangkalan Udara Panasan pimpinan Bapak R.A. Wiriadinata menyerang lebih dahulu dengan senapan-senapan mesin yang jumlahnya 8 pucuk kaliber 12,7 mm.   Melihat peluru api berhamburan di udara, pesawat Belanda tidak membalas. Baca selengkapnya..

  • OPERASI JEMBATAN UDARA

    Subdisjarah Dispenau

    Berawal dari sebuah peristiwa mogok kerja para pegawai “Garuda Indonesia (saat ini telah berubah nama menjadi PT Garuda Indonesia persero), sehingga maskapai penerbangan tersebut menjadi lumpuh, seluruh pesawatnya tidak terbang dan terparkir di Pelabuhan Udara seluruh Indonesia.

    Saat itu tanggal 29 dan 30 Januari 1980 sebanyak 120 orang pegawai Garuda mengadakan tindakan sepihak berupa pemogokan tidak mau bekerja tanpa sepengetahuan manajemen dengan sengaja meninggalkan tugasnya dan tidak bersedia terbang. Baca selengkapnya..

  • SEBUTAN KARBOL BAGI TARUNA AAU

    Karbol di depan gerbang almamater kebanggaannya

    Istilah Karbol bagi sebagian orang bahkan masyarakat umum bisa jadi sebutan yang berbeda, namun demikian panggilan Karbol adalah sesuatu yang membanggakan bagi anak muda terbaik bangsa yang ditempa di Kawah Candradimuka TNI AU. Taruna Akademi Angkatan Udara mendapat kehormatan dipanggil Karbol karena panggilan tersebut melekat pada seorang manusia serba bisa yaitu Marsekal Muda Anumerta dr. Abdurachman Saleh. Seorang tokoh yang bukan hanya merintis berdirinya AURI tetapi juga RRI bahkan menjadi dosen di Fakulas Kedokteran UI. Baca selengkapnya..

 

follow-us

VIDEO